UNTUK RENUNGAN





Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu mengeluarkan zuriat anak-anak Adam (turun-temurun) dari (tulang) belakang mereka, dan Ia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (sambil Ia bertanya dengan firmanNya): “Bukankah Aku tuhan kamu?” Mereka semua menjawab: “Benar (Engkaulah Tuhan kami), kami menjadi saksi”. Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak: “Sesungguhnya kami adalah lalai (tidak diberi peringatan) tentang (hakikat tauhid) ini”. (Al-A'raf : 172)

Allah Yang Maha Tinggi telah berfirman dalam hadis Qudsi:
“Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi. Aku suka dikenali, lalu Aku ciptakan makhluk supaya Aku dikenali”.

“Barangsiapa berharap menemui Tuhannya, hendaklah dia mengerjakan amal salih dan janganlah dia mempersekutukan sesuatu dengan Allah dalam ibadatnya kepada Tuhannya”. (Surah Kahfi, ayat 110).

>blink>
“Beberapa muka pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannya dia memandang”. (Surah Qiamat, ayat 22 & 23).

Syair Imam Syafi'i

ANUGRAH ALLAH
Aku melihat-Mu pada saat penciptaanku,
yang penuh dengan anugerah.
Engkaulah sumber satu-satunya,
pada saat penciptaanku.
Hidarkan aku dari anugerah yang buruk.
Karena sepotong kehidupan telah cukup bagiku,
hingga saat Engkau mematikanku.

Saturday, November 26, 2011

MUSYAHADAH (MENYAKSIKAN ALLAH)

Musyahadah adalah Menyaksikan dan Bertemu dengan Dzat Wajibul Wujud yaitu Allah.
Musyahadah ini adalah Awal Mengenal-Nya, karena Mustahil kita Mengenal Allah bila tidak pernah Menemui-Nya.
Seperti kata Pepatah;
“Tak jumpa Maka Tak Kenal,
Tak Kenal Maka Tak Cinta”.
Menyaksikan Allah disini bukan Menyaksikan dengan Mata, karena Dia Tak dapat dijangkau dengan Panca Indera.
Menyaksikan Allah disini pun bukan dengan Akal Pikiran, maupun Perasaan. Karena Dia diluar jangkauan Akal Pikiran, dan Perasaan.
Menyaksikan Allah disini adalah Dengan Hati. karena Hanya Hatilah yang selalu menjadi Pusat Pandangan Allah, sehingga Hati mendapatkan Pancaran Cahaya-Nya.
Tanpa Cahaya seseorang tidak akan bisa Melihat apapun, karena Mata tidak akan berfungsi apa-apa bila tidak ada Cahaya sedikit pun. Begitulah juga Mata Hati tidak akan bisa Menyaksikan Allah tanpa Nur (Cahaya), Nur itu adalah dari Allah sendiri, karena hanya Dia sendirilah yang bisa Memperkenalkan Diri-Nya kepada Hamba-Hamba-Nya. Semoga kita Mendapatkan Nur tersebut, sehingga Mata Hati kita tidak buta dalam Menyaksikan Al HAQ (Allah SWT).
Allah Ta’ala berfirman;
Maka sesungguhnya bukanlah matanya yang buta, tetapi Mata Hati yang berada di rongga Dadanya.(Qs.22:46)
Barangsiapa Buta di Dunia, maka di Akhirat lebih Buta dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.(Qs.17:72)
Dari ayat-ayat ini, dapat dipahami bahwa apabila di Dunia ini Mata Hati Buta terhadap Diri Allah Ta’ala, Maka di Akhirat akan lebih Buta lagi terhadap Allah, sehingga kita menjadi lebih tertutup atau terhalang untuk Melihat Allah.
Sebagaimana Firman-Nya;
Sesungguhnya mereka pada Hari itu benar-benar Tertutup dari Tuhan mereka.(Qs.83:15)

Dipetik daripada: http://halmysirat.blogspot.com/2011/06/musyahadah-menyaksikan-allah.html

1 comment:

  1. memang bukan kerana mata kita dapat melihat, ada yang buta mata, dapat menyaksikan, namun ramai yang dapat melihat tetapi masih tidak dapat menyaksikan

    Penglihatan itu daripada Allah, Mengenal Allah dengan Allah jualah, Mengenal diri juga melalui Allah, melalui sifatnya Al Alim, tentu saja memerlukan Akal yang mahu berfikir berhajatkan Ilmu, di hujung Ilmu itulah Al Alim, Alimul Ghaib Wasysyahadah

    Kami yang menyampaikan ia kepada Kami

    ReplyDelete